Suwarno: Jujitsu Indonesia Tumbuh Pesat Sejak Asian Games 2018, Kini Jadi Kekuatan Baru di Dunia Bela Diri
Dipublikasikan: Friday, 24 October 2025 12:40 WIB
Kudus, Oktober 2025. Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno, menyampaikan apresiasi besar terhadap perkembangan cabang olahraga Jujitsu di Indonesia yang terus menunjukkan kemajuan signifikan sejak pertama kali dipertandingkan pada ajang Asian Games 2018 di Jakarta–Palembang. Menurutnya, momen tersebut menjadi titik awal kebangkitan Jujitsu Tanah Air sebagai salah satu cabang bela diri potensial yang kini semakin diminati berbagai kalangan, terutama generasi muda.
Dalam keterangannya pada ajang PON Bela Diri 2025 di Kudus, Suwarno menegaskan bahwa sejak Asian Games 2018, pembinaan dan minat masyarakat terhadap Jujitsu mengalami lonjakan luar biasa. Banyak daerah mulai membentuk klub dan organisasi pelatihan, sementara para atlet muda menunjukkan semangat besar untuk berlatih dan berprestasi.
“Kita patut bangga karena Jujitsu kini berkembang sangat pesat di Indonesia. Sejak Asian Games 2018, olahraga ini terus menumbuhkan bibit-bibit unggul di berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa minat dan potensi atlet muda Indonesia sangat luar biasa,” ujar Suwarno.
Suwarno juga berharap, dukungan dari KONI Pusat dan pengurus besar Jujitsu Indonesia menjadi kunci penting dalam memperluas pembinaan atlet di seluruh wilayah. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan KONI provinsi maupun kabupaten/kota, Jujitsu kini tidak hanya dikenal sebagai olahraga kompetitif, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat sportivitas bagi anak muda.
“Jujitsu bukan sekadar bela diri, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur seperti hormat, pengendalian diri, dan semangat pantang menyerah. Ini sejalan dengan visi besar KONI untuk membentuk atlet yang berprestasi sekaligus berkarakter,” tambahnya.
Penyelenggaraan PON Bela Diri 2025 di Kudus juga dianggap sebagai momentum penting dalam memperkuat eksistensi cabang olahraga Jujitsu di Indonesia. Melalui ajang nasional ini, para atlet dari berbagai provinsi dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini.
Suwarno berpendapat, melalui kegiatan besar seperti PON Bela Diri ini, akan lahir lebih banyak atlet yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan program pembinaan, peningkatan kualitas pelatih, serta penyediaan sarana dan prasarana latihan yang memadai di daerah-daerah.
“Kita ingin setiap daerah memiliki akses yang sama untuk mengembangkan potensi atletnya. Kudus dan Jawa Tengah telah memberikan contoh bagaimana sinergi antara KONI, pemerintah, dan pihak swasta mampu menghadirkan penyelenggaraan olahraga yang berkualitas,” jelas Suwarno.
Dengan dukungan berkelanjutan dari KONI dan berbagai pihak, cabang olahraga Jujitsu diyakini akan semakin kuat dan mampu bersaing dengan negara-negara lain di Asia. Selain sebagai ajang prestasi, Jujitsu juga menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk berdisiplin, tangguh, dan berjiwa juara.
KONI Pusat bersama seluruh KONI daerah, termasuk KONI Kabupaten Kudus, terus berkomitmen untuk menjaga semangat tersebut, agar olahraga bela diri seperti Jujitsu dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga nasional.